BANTENESIA.ID, CILEGON – Masih terbukanya kota cilegon sebagai pilihan tempat berinvestasi bagi investor asing menjadi nilai lebih dibanding daerah lain. Kendati begitu, peluang tersebut harus ditangkap secara bersama-sama antara pemerintah daerah dengan PT Krakatau Steel Group.
Di awal pemerintahan baru ini, jalur investasi diharapkan lebih diprioritaskan guna mengurai persoalan pengangguran dan menghidupkan perekonomian masyarakat dan para pengusaha dimana ini sesuai dgn program dan harapan pemerintah pusat.
Cilegon terkenal dengan kota investasi, akan tetapi tidak sebanding dengan keadaan yang ada. Karena itu, sorotan masyarakat tertuju kepada PT Krakatau Steel Grop dimana memiliki lahan yang luas akan tetapi masih minim investasi, misalnya saja, di kawasan1 KIEC (KSP/KSI) masih banyak lahan, tetapi proses pembangunan dengan syarat jalur investasi tidak dimaksimalkan secara khusus dalam menarik investasi.
Begitu juga daya tarik investasi membutuhkan kenyamanan dan kondusifitas dalam lingkungan sekitar area investasi. Maka perlu kiranya pemerintah bersinergi dengan stakeholder yang ada guna menunjang investasi tersebut.
Memahami kondisi seperti ini bahwa kelaikan investasi perlu dukungan dari pemerintah. Pemerintah harus mampu memberikan peranan vital untuk kelangsungan investasi, banyak juga yang harus dikakukan pemerintah dalam investasi ini seperti pengembangan jalan lingkar utara dan sisi pengembangan kemaritiman yg diproyeksi bisa berdampak positif bagi masyarakat dengan tujuan mensejahterakan dan mendayagunakan para pelaku usaha.
Dengan demikian, perlu disadari keberlangsungan investasi itu sangat penting, banyak pelaku usaha yang sudah sukses seperti PT Krakatau Awan Nusantara, PT. Putra Mulya Mandiri, PT Yuliana Inti Persada dan banyak lagi pengusaha lainnya yang mereka pun mampu memberikan pelayanan usaha terbaik dalam mendampingi investor dalam negeri maupun luar negeri.
Maka kita perlu mendorong investasi ini dengan semangat kebersamaan agar berlangsung baik dan kondusif.
Karena itu, perlunya pemerintah dan para industri memiliki Sense of Crisis dan Sense of Belonging terhadap masyarakat, utamanya dampak positif dan berkeadilan dalam tatanan sosial dan budaya serta menghargai kearifan lokal yang ada.
Penulis : Didi Iskandar. S.os.,S.Si. (Pemerhati Industri)