Muhamad Ibrohim Aswadi, mantan anggota DPRD Cilegon periode 2019-2024.
BANTENESIA.ID, CILEGON – Muhamad Ibrohim Aswadi, mantan anggota DPRD Cilegon menyayang terjadinya peristiwa pemutusan aliran listrik masjid agung cilegon yang sempat ramai belakang ini. Peristiwa itu menjadi pintu evaluasi besar bagi pengurus Yayasan dan DKM.
"Peristiwa kemarin mengharuskan pengurus yayasan maupun pengurus DKM secara sadar diri melakukan evaluasi besar demi kepentingan agama," ucapnya, Sabtu (1/2/2025) malam.
Dibutuhkan organisasi yang fundamen dalam kepengurusan masjid agung Cilegon yang menjadi kebanggaan masyarakat kota cilegon. Jika perlu, pengurus yayasan dan pengurus masjid menyiapkan sarana prasanan lebih bagi tamu yang hendak beribadah dan singgah beristirahat. Bukan seperti peristiwa kemarin yang menjadi ramai akibat ketidakmampuan pengurus dalam mengelola masjid sebagai sarana penunjang ibadahnya umat muslim.
Masjid kebanggan kota cilegon sebagai kota santri sambung MIA, selayaknya terbuka 24 jam bagi tamu Allah dengan layanan segudang fasilitas, tersedianya beraneka suguhan ringan seperti air mineral, kopi, teh dan lainnya bagi para tamu yang hendak beribadah dan berisitirahat.
"Masjid adalah tempat kebaikan bagi seluruh umat, maka diperlukan sarana dan prasarana yang baik pula didalamnya. Tempat wudhu diperbaiki, toilet harus bersih, atap masjid jangan sampai bocor, halaman yang luas dijadikan fasilitas terbuka untuk kegiatan usaha ekonomi umat dan penunjang ekonomi masjid, tentunya dengan tata kelola yang baik pula," terangnya.
Kata MIA, pengurus yayasan dan DKM, semestinya juga mampu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban islam secara menyeluruh, baik peradaban budaya, peradaban ekonomi dan peradaban lainnya, guna mendorong generasi muda tertarik dan berkeinginan (senang) berada di lingkungan masjid, untuk tujuan mendapatkan inspirasi dan terpacu melakukan hal-hal positif sebagaimana ajaran islam.
Sebagai basis seluruh kegiatan peradaban umat, agar lebih leluasa beribadah, berkumpul, melakukan kajian, berdiskusi dan atau melakukan kegiatan lain untuk kepentingan umat di area masjid kebanggan warga cilegon.
"Maka dari itu, saya sebagai mantan anggota DPRD sekaligus sebagai warga kota cilegon meminta, agar peristiwa kemarin menjadi pintu evaluasi besar terhadap pengurus yayasan dan DKM. Apalagi dalam waktu dekat umat islam akan menghadapi moment sakral yaitu moment bulan suci ramadhan," katanya.
Halaman masjid yang ada, menurut MIA dapat dijadikan sebagai pusat ekonomi islami, sirkulasi penunjang ekonomi kepentingan umat dan berjalannya pembangunan masjid.
Menjaga masjid agung kota cilegon sebagai pusat peradaban kota santri menjadi hal penting, diharapkan seluruh elemen terus mensupport dan mendukung penuh, sehingga masjid agung sebagai ikon kota santri, mampu memberikan dampak positif bukan saja terhadap keagamaan, tapi berdampak kepada seluruh kegiatan ekonomi, sosial budaya bagi umat.
(Dk/02)